Kekalahan yang Menyakitkan

Sabtu (04/12) di Stadion Singaperbangsa merupakan pertemuan ketiga antara PERSITEMA dengan Persewangi Banyuwangi, namun pertemuan ini merupakan pertemuan yang pertama pada level divisi I dan juga yang bertama berlangsung di tempat netral.

Turun dengan kostum hijau, PERSITEMA langsung berinisiatif untuk menyerang, dengan serangan yang cukup bervariasi cukup menyulitkan pamain bertahan Persewangi. Tampil menjadi starter Iwan "Ambon", pemain dengan nomor punggung 21 ini mampu menguasai lini sayap kanan PERSITEMA, dengan umpan tarik maupun tendagan dari luar kotak pinalti cukup merepotkan penjaga gawang Persewangi.

Triyono yang pada putaran III ini lebih sering ditampilkan di posisi gelandang sayap kiri juga tampil cukup dominan, dengan pergerakannya yang tidak mengenal lelah mampu menyuplai bola ke Ardiles dan Sumaryanto "Gambir" yang cukup padu di sisi depan dan selalu menjadi ancaman pemain belakang Persewangi.

Pada babak pertama Persewangi hanya sesekali saja mampu melakukan serangan hingga ke jantung pertahanan PERSITEMA. Lini belakang yang di huni Adik Sumarmo, Ruslan "Ateng", Taufik Kembar dan Joni Purnomo "Bokir" cukup disiplin dan mampu menghalau serangan Persewangi.

Serangan yang dilancarkan PERSITEMA pada penghujung babak pertama mampu membuahkan hasil melalui sundulan Ardiles yang di jaga ketat pemain belakang Persewangi, namun sayangnya goal Ardiles ini di anulir wasit, posisi Ardiles di anggap off side oleh pengadil lapangan. Goal ini merupakan goal kedua ardiles yang di anulir setelah pada pertandingan pertama goal ke gawang Perssin Sinjai juga di anulir wasit. Goal ardiles ini sekaligus menjadi penutup babak pertama.

Pada babak kedua, permainan kedua team cukup berimbang di lini tengah, permainan yang cukup menarik ini sering kali terhenti karena keputusan wasit yang lebih memihak ke Persewangi. Memasuki menit ke-10 tendangan bebas di depan kotak pinalti PERSITEMA mampu di manfaatkan oleh pemain Persewangi. Pemain Persewangi dengan cerdik mengumpankan bola ke rekannya yg berada di belakang tembok hidup PERSITEMA, dan mampu menyarangkan bola ke gawang PERSITEMA yang dijaga M. Haris. Namun goal ini sedikit ternoda dengan terkaparnya Triyono yang terkena pukulan hingga bibirnya robek namun wasit tidak melihat itu sebagai pelanggaran.

Pertandingan terus berlanjut namun kurang dapat dinikmati, selain keputusan wasit yang tidak netral, pemain Persewangi juga banyak yang mengulur-ulur waktu. Wasit pun terkadang beda keputusan dengan hakim garis, di saat hakim garis mengangkat bendera tanda lemparan kedalam untuk PERSITEMA namun wasit menunjuk sebagai pelanggaran untuk Persewangi. Buntutnya pemain PERSITEMA yang memprotes wasit harus menjadi korban keganasan hakim garis.

M. Haris penjaga gawang yang mempertanyakan keputusan hakim garis, mendapatkan tusukan tiang bendera hakim garis di bagian perutnya, sontak M. Haris terkapar di lapangan. Setelah mendaptkan perawatan M. Haris mampu melajutkan pertandingan, namun di ujung pertandingan M. Haris kembali terkapar setelah berusaha menghalau bola yang bersarang ke gawangnya. Goal kedua ini pun menjadi akhir penampilan M. Haris pada pertandingan ini, karena harus di tandu keluar lapangan dan di gantikan Ariawan. Namun ketika M. Haris masih tergolek di lapangan, wasit masih meniup peluit tanda permainan dilanjutkan, tanpa melihat ke arah gawang PERSITEMA.

Kekalahan kedua dengan skor 2-0 ini membuat PERSITEMA harus rela melepaskan persaingan untuk lolos ke divisi utama tahun depan. Di pinggir lapangan hampir semua pemain menetskan air mata kekecewaannya, setelah berjuang dengan penuh semangat dan tidak mengenal lelah PERSITEMA harus tersingkir dari persaingan karena kalah dengan wasit.

M. Haris yang setelah pertandingan sempat dibawa ke Rumah Sakit saat ini kondisinya sudah membaik, namun untuk pertandingan terakhir hari ini belum bisa tampil demi menjaga kondisinya.

Terimakasih PERSITEMA, terimakasih kawan telah berjuang demi mengharumkan nama Temanggung. Jayalah PERSITEMA.


T-Forever

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar